unsur budaya Hindu Budha yang masih nampak dalam budaya Islam ada yang sudah terakulturasi
yaitu......
1. Atap dan Menara Masjid berbentuk tumpang
Kalau kita baca sejarah, atap masjid bentuk kubah yang baru hadir sekitar abad ke 18. Awalnya para penyebar Islam khususnya dipulau jawa.
Tidak terlalu kaku dalam menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka membangun mesjid seperti rumah dan pendopo.
Pada masa itu yang mana atap masjid berbentuk tumpang bersusun sehingga terlihat berundak. Padahal bentuk tumpang mulanya dikembangkan orang-orang Hindu.
Misalnya pada Masjid Agung Demak, Masjid Agung Banten, dan lain-lain. Selain Atap, menara Masjid juga terpengaruh oleh Agama Hindu.
Yang pada saat itu mendominasi pulau Jawa dan Bali. Banyaknya bangunan candi yang dikunjungi sebagai pusat peribadatan dengan arsitektur.
Dan pernak-pernik eksentrik membuat Sunan Kudus berinisiatif mendirikan menara dengan bentuk candi sebagaimana.
Yang pada saat itu populer berserta dinding dan “gapura candi bentar” yang mirip dengan tempat peribadatan umat Hindu. Walhasil kini Islam ikut berkembang pesat.
2. Membangun Makam
Didalam Islam membangun makan seperti bangunan atau menyemennya atau bahkan memasangkan kijing diatasnya sebenarnya tidak memiliki riwayat khusus.
Namun perkembangan Islam di Jawa membuat para Sunan atau Wali Songo memutar otak untuk memudahkan masyarakat yang memeluk Islam.
Agar tidak terkejut dengan perubahan total.
Maka akhirnya banyak makam yang semula hanya bendungan tanah diperbolehkan untuk dibatasi papan atau batu bata lantas diberi nisan atau ukiran kaligrafi.
3. Wayang, Tembang, dan Sastra
Masyarakat Jawa senang dengan hiburan di malam hari. Ketimbang mereka mabuk dan main perempuan atau melakukan tindakan lain dalam falsafah mo limo.
Maka sunan Bonang menghiburkan mereka dengan permainan wayang dan tembang yang didalamnya disusupi ajaran Islam dan Kebaikan.
Meskipun nama-nama wayangnya disesuaikan dengan epik Hindu, seperti Kresna, Arjuna, Yudhistira, dll.
4. Kalender
Taukah teman-teman pembaca bahwa sistem penanggalan juga hadir dalam akulturasi Hindu Islam.
Pernah dengan Jumat Kliwon bulan Purnama, lebih rinci lagi kalau pernah mendengar 1 Suro? Hal ini terjadi karena disatukannya hari dalam Hindu Jawa.
Yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan penanggalan Islam yang dihitung berdasarkan Bulan. Bahkan karena akulturasi ini nama bulan-bulan Jawa diserap dari dua ajaran agama ini.
5. Ajaran Kejawen
Sebenarnya lebih dekat pada contoh asimilasi, tetapi masyarakat yang menganut paham kejawen tetap mengakui Islam atau Hindu sebagai agamanya.
Jadi mereka tak mengakui Kejawen sebagai agama melainkan sebagai ajaran yang tak terpisahkan dari agama yang mereka anut.
Selain contoh diatas, teman teman juga bisa melihat beberapa contoh dibawah ini sebagai tambahan referensi, yaitu sebagai berikut :
1. Adanya bangunan arsitektur pada Masjid Demak
2. Adanya sastra berupa Babad Tanah Jawa
3. Adanya kesenian wayang
4. Adanya makam Raja Raja Islam Mataram yang berada di Komplek Makam Imogiri
5. Adanya Ilmu Tasawut
6. Adanya seni ukir misalnya seperti pada kaligrafi di bangunan Kraton Yogyakarta
7. Adanya Kitab Suluk
8. Adanya seni pahat dan ukir pada gapura yang sering kita lihat di lingkungan masyarakat
9. Selanjutnya, pada pemerintahan dengan menggunakan sistem seperti yang dilakukan oleh Hindu Buddha dengan kepala pemerintahan bergelar Sultan.
10. Dimana untuk kalender yang dibuat oleh Sultan agung dengan mengadaptasi dari kalender hijriah dengan kalender jawa.
[answer.2.content]